- Prabowo Tantang Daerah Berlomba Jadi Kota Terbersih, Siapkan Insentif hingga Rp20 Miliar
- ISPA Mengintai di Musim Kemarau, Dokter Imbau Gunakan Masker Saat Polusi dan Debu Meningkat
- Resmi! Senat UPN Veteran Jawa Timur Tetapkan 4 Bakal Calon Rektor Periode 2026–2030
- Putusan MK: Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidikan, Ini Dampaknya bagi APBN
- KPK Bekali Pegawai Belajar Kripto, Langkah Baru Kejar Aset Koruptor di Era Digital
- Universitas Garut Perkuat Pembelajaran Product Management Lewat Guest Lecture Bersama Penyoe Kakopi
- Terungkap! OTT KPK Bupati Pemalang Diduga Terkait Proyek dan Jual Beli Jabatan Sebesar Rp2,7 Miliar
- Siapa Sudaryono? Kepala BGN Baru Langsung Jadi Sorotan, Benahi Program Makan Bergizi Gratis
- Kepala BGN Mundur karena Sakit, Nanik S. Deyang Pilih Fokus Berobat dan Tinggalkan Jabatan Strategis
- Roberto Mancini Pulang Kampung Latih Timnas Italia, Misi Besarnya Bawa Gli Azzurri Bangkit
Prabowo Tantang Daerah Berlomba Jadi Kota Terbersih, Siapkan Insentif hingga Rp20 Miliar

ZONA TODAY BATANG – Presiden Prabowo Subianto melontarkan gagasan baru untuk mempercepat perbaikan kebersihan lingkungan di Indonesia. Dalam agenda Akad Massal 62 Ribu Unit KPR Rumah Subsidi di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026), Prabowo mengusulkan digelarnya lomba kota terbersih dengan hadiah berupa insentif anggaran hingga Rp20 miliar bagi daerah yang berhasil menunjukkan komitmen terbaik dalam menjaga kebersihan lingkungan. Gagasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong pemerintah daerah lebih serius menangani persoalan sampah sekaligus membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat. :contentReference[oaicite:0]{index=0}
Menurut Prabowo, penghargaan dalam bentuk tambahan anggaran akan memberikan dampak yang lebih nyata dibandingkan sekadar piala atau piagam. Karena itu, pemerintah akan menyiapkan skema insentif yang dapat dimanfaatkan daerah untuk memperkuat program kebersihan, pengelolaan sampah, maupun peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.
Hadiah Rp20 Miliar untuk Lima Kota Terbersih
Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan kompetisi nasional yang akan memberikan penghargaan kepada kota-kota dengan tingkat kebersihan terbaik. Lima kota terbaik direncanakan memperoleh insentif sebesar Rp20 miliar, sedangkan lima kota berikutnya akan menerima insentif Rp10 miliar. Skema tersebut masih akan dibahas bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Sekretaris Negara, dan Menteri Keuangan sebelum diterapkan secara resmi.
- ISPA Mengintai di Musim Kemarau, Dokter Imbau Gunakan Masker Saat Polusi dan Debu Meningkat0
- Resmi! Senat UPN Veteran Jawa Timur Tetapkan 4 Bakal Calon Rektor Periode 2026–20300
- Putusan MK: Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidikan, Ini Dampaknya bagi APBN0
- KPK Bekali Pegawai Belajar Kripto, Langkah Baru Kejar Aset Koruptor di Era Digital0
- Universitas Garut Perkuat Pembelajaran Product Management Lewat Guest Lecture Bersama Penyoe Kakopi0
"Kita bikin lomba kota terbersih. Kota terbersih kita kasih kalau bisa Rp20 miliar, lima kota terbersih Rp20 miliar. Lima kota di bawahnya Rp10 miliar, dan sebagainya." — Presiden Prabowo Subianto.
Kebersihan Dinilai sebagai Cerminan Martabat Bangsa
Bagi Presiden, persoalan sampah bukan hanya berkaitan dengan estetika kota, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, dan citra Indonesia di mata dunia. Karena itu, ia mengajak seluruh kepala daerah untuk turun langsung memastikan sungai, saluran air, jalan, hingga kawasan permukiman tetap bersih setiap hari.
Prabowo juga meminta gubernur, bupati, wali kota, aparat TNI dan Polri, serta seluruh unsur pemerintah daerah aktif mengawasi kondisi lingkungan. Menurutnya, pemimpin tidak cukup hanya bekerja dari balik meja, tetapi juga harus hadir di lapangan untuk memastikan kebersihan benar-benar terjaga.
Semua Elemen Masyarakat Diajak Terlibat
Tidak hanya pemerintah daerah, Presiden juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ketua RT dan RW, pengurus koperasi, pengurus masjid, aparatur sipil negara (ASN), hingga direksi BUMN diminta membangun budaya gotong royong membersihkan lingkungan secara rutin.
Menurut Prabowo, apabila seluruh elemen bergerak bersama, persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah dapat diselesaikan lebih cepat. Bahkan pemerintah menargetkan persoalan sampah nasional dapat ditangani secara signifikan sebelum akhir 2027.
Insentif Dinilai Lebih Efektif daripada Sekadar Penghargaan
Pemberian insentif dalam bentuk anggaran dinilai mampu memotivasi pemerintah daerah untuk berinovasi dalam menciptakan kota yang lebih bersih dan sehat. Dana tersebut dapat digunakan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah, meningkatkan fasilitas kebersihan, memperluas ruang terbuka hijau, hingga mengembangkan program edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Melalui pendekatan kompetitif yang disertai insentif nyata, pemerintah berharap muncul semangat berlomba-lomba antar daerah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan layak huni. Kebijakan ini juga diharapkan menjadi salah satu strategi mempercepat transformasi pengelolaan sampah nasional menuju Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Dorong Budaya Bersih dari Daerah
Gagasan lomba kota terbersih menunjukkan bahwa pemerintah ingin membangun budaya menjaga lingkungan tidak hanya melalui regulasi, tetapi juga melalui apresiasi kepada daerah yang berhasil menciptakan perubahan nyata. Jika terealisasi, program ini berpotensi menjadi salah satu bentuk kompetisi antardaerah terbesar di bidang kebersihan lingkungan sekaligus mendorong lahirnya inovasi dalam pengelolaan sampah di berbagai wilayah Indonesia.
Hashtag: #PrabowoSubianto #KotaTerbersih #Hadiah20Miliar #LombaKotaTerbersih #Sampah #KebersihanLingkungan #PemerintahDaerah #LingkunganHidup #IndonesiaBersih #BeritaNasional #ASN #WaliKota #Bupati #Gubernur #ZonaToday










