- Sindikat Love Scamming di Dalam Rutan Kotabumi Terbongkar, Ratusan Tahanan dan Pegawai Diduga Terlib
- Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
- Polemik Pengadaan Chromebook Seret Nama Nadiem, Publik Soroti Proses Hukum
- Fakultas Ilmu Komputer UPN Veteran Jatim dan UNHASA Perkuat Kolaborasi Abdimas
- Berani Protes Juri, Josepha Alexandra Bongkar Dugaan Kejanggalan Nilai LCC di Depan Publik
- Kenaikan Yesus Kristus 2026 Jadi Momentum Refleksi dan Kebersamaan Nasional
- Signifikansi Analitik Data dalam Pengembangan Bisnis Properti Modern di Era Ketidakpastian Ekonomi
- Viral Jawaban Siswa Cerdas Cermat Empat Pilar Disalahkan Juri, MPR RI Sampaikan Permintaan Maaf
- 3 Klub Top yang Paling Sering Juara Liga Indonesia, Persib Bandung Jadi Sorotan
- Melampaui Pertumbuhan Nasional, BPIPI Kemenperin Beberkan Strategi Baru Industrialisasi di SCALE 202
Gelombang Protes Kian Panas, Rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani Jadi Sasaran Penjarahan

Zona Today - Gelombang protes nasional menolak tunjangan DPR terus meluas dan kini memasuki fase paling genting. Rumah pribadi Menteri Keuangan Sri Mulyani di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, dilaporkan menjadi sasaran amuk massa pada Jumat malam (29/8/2025).
Kerusuhan terjadi setelah ribuan demonstran berkumpul di sekitar kawasan hunian elit tersebut. Awalnya aksi berjalan dalam bentuk orasi dan simbol protes, namun situasi berubah ricuh ketika sekelompok massa mulai melempari pagar rumah dengan batu dan benda keras. Tidak lama kemudian, gerbang berhasil didobrak, dan sejumlah orang masuk untuk melakukan penjarahan. Barang-barang berharga, mulai dari peralatan elektronik hingga perabot rumah tangga, dilaporkan hilang.
Aparat kepolisian yang datang ke lokasi sempat kewalahan menghadapi massa yang jumlahnya semakin banyak. Gas air mata ditembakkan untuk membubarkan kerumunan, namun kerusakan sudah tidak bisa dihindari. Peristiwa ini memperburuk citra pemerintah di tengah ketidakpuasan publik yang semakin meluas.
- Golkar Resmi Nonaktifkan Adies Kadir dari DPR, Upaya Tegakkan Etika Politik di Tengah Gelombang Aksi0
- Prabowo Putuskan Pemangkasan Tunjangan DPR, Tegaskan Aparat Siap Bertindak Tegas Hadapi Perusuh0
- PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari Kursi DPR Usai Aksi Tak Sensitif0
- Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok Dijarah Massa Usai Pernyataan Kontroversial0
- NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni sebagai Anggota DPR Usai Kontroversi Orang Tolol 0
Presiden Prabowo Subianto dalam konferensi pers menegaskan bahwa aksi penjarahan terhadap rumah pejabat negara merupakan tindakan serius yang tidak bisa ditoleransi. Ia menyebut peristiwa ini sebagai ancaman terhadap stabilitas nasional dan berpotensi mengarah pada “pengkhianatan”. Prabowo juga memerintahkan aparat TNI-Polri untuk mengambil langkah tegas demi mencegah kerusuhan lebih lanjut.
Pengamat menilai penyerangan terhadap rumah Sri Mulyani bukan hanya simbol kemarahan terhadap kebijakan DPR, tetapi juga bentuk frustrasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi yang belum membaik. Sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani dianggap publik sebagai representasi kebijakan fiskal negara yang dirasa tidak berpihak pada rakyat kecil.
Kerusuhan ini juga berdampak pada sektor ekonomi. Pasar saham Indonesia dilaporkan melemah 1,5%, sementara nilai tukar rupiah turun tipis terhadap dolar AS. Kondisi ini menambah beban pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.
Dengan situasi yang semakin panas, sejumlah kelompok mahasiswa dan serikat buruh menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan pekan depan. Mereka menuntut pembatalan seluruh tunjangan DPR, reformasi sistem anggaran, serta transparansi dalam penggunaan uang negara.
Hashtag : #Zona #Today #ZonaToday #zonatoday.com #SriMulyani #RumahSriMulyani #Penjarahan #DemoNasional2025 #ProtesIndonesia #ZonaTodayNews #EkonomiIndonesia #StabilitasNasional #DPR #ZonaTodayUpdate











