- Sindikat Love Scamming di Dalam Rutan Kotabumi Terbongkar, Ratusan Tahanan dan Pegawai Diduga Terlib
- Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
- Polemik Pengadaan Chromebook Seret Nama Nadiem, Publik Soroti Proses Hukum
- Fakultas Ilmu Komputer UPN Veteran Jatim dan UNHASA Perkuat Kolaborasi Abdimas
- Berani Protes Juri, Josepha Alexandra Bongkar Dugaan Kejanggalan Nilai LCC di Depan Publik
- Kenaikan Yesus Kristus 2026 Jadi Momentum Refleksi dan Kebersamaan Nasional
- Signifikansi Analitik Data dalam Pengembangan Bisnis Properti Modern di Era Ketidakpastian Ekonomi
- Viral Jawaban Siswa Cerdas Cermat Empat Pilar Disalahkan Juri, MPR RI Sampaikan Permintaan Maaf
- 3 Klub Top yang Paling Sering Juara Liga Indonesia, Persib Bandung Jadi Sorotan
- Melampaui Pertumbuhan Nasional, BPIPI Kemenperin Beberkan Strategi Baru Industrialisasi di SCALE 202
NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni sebagai Anggota DPR Usai Kontroversi Orang Tolol

Zona Today - Partai NasDem resmi menonaktifkan dua kadernya, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, dari keanggotaan DPR RI mulai 1 September 2025. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh bersama Sekretaris Jenderal Hermawi Taslim, yang menyebut langkah tersebut diambil demi menjaga marwah partai sekaligus merespons keresahan publik.
Langkah drastis ini merupakan buntut dari pernyataan kontroversial Ahmad Sahroni yang menyebut wacana pembubaran DPR sebagai ide “paling tolol sedunia”. Pernyataan itu memicu gelombang kritik luas, terutama di tengah kondisi politik nasional yang sedang memanas akibat demonstrasi besar menolak tunjangan DPR. Kritik serupa juga ditujukan kepada Nafa Urbach yang dianggap melontarkan pernyataan tidak sensitif terhadap situasi rakyat.
Kemarahan publik terhadap Sahroni bahkan berujung pada aksi massa yang menyerang kediamannya di kawasan Tanjung Priok. Rumah mewah yang dikenal sebagai milik “Crazy Rich Priok” itu mengalami kerusakan akibat amukan demonstran. Sahroni sebelumnya sudah dicopot dari jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR dan dipindahkan ke Komisi I, sebelum akhirnya dinonaktifkan sepenuhnya sebagai anggota dewan.
- TikTok Tangguhkan Fitur Live di Indonesia Usai Bentrokan Demonstran0
- Tiga Orang Tewas Akibat Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa0
- Presiden Batalkan Kunjungan ke China Karena Demonstrasi Memanas0
- Aksi Mahasiswa Akan Kembali Digelar Usai Tragedi Kematian Pengemudi Ojol0
- Affan Kurniawan, Driver Ojol Tewas Tertabrak Rantis Polisi, Presiden Desak Usut Transparan0
Sekjen NasDem, Hermawi Taslim, menegaskan bahwa keputusan ini adalah bagian dari komitmen partai untuk menjaga kepercayaan publik. “Partai NasDem berdiri atas dasar aspirasi rakyat. Pernyataan kader yang menyinggung masyarakat jelas tidak bisa ditoleransi. Nonaktifasi ini adalah bukti bahwa kami lebih mementingkan rakyat daripada kepentingan individu,” ujar Hermawi.
Sebagai tindak lanjut, Pergantian Antar Waktu (PAW) segera diberlakukan. Nama Yusriah Dzinnun, peraih suara terbanyak kedua di Dapil DKI Jakarta III, disebut-sebut menjadi kandidat kuat pengganti Sahroni. Mekanisme ini diharapkan dapat segera meredam ketegangan dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap representasi politik NasDem di parlemen.
Penonaktifan ini menjadi sinyal penting bahwa tekanan publik di era digital semakin berpengaruh dalam menentukan arah politik partai. Banyak pengamat menilai keputusan cepat NasDem adalah strategi untuk menyelamatkan citra partai sekaligus menjaga stabilitas di tengah gelombang protes nasional yang masih berlangsung.
Hashtag : #Zona #Today #ZonaToday #zonatoday.com #NasDem #AhmadSahroni #NafaUrbach #NonaktifDPR #CrazyRichPriok #PAW #YusriahDzinnun #DemoNasional2025 #ZonaTodayNews #ReformasiDPR











