- Peningkatan Branding Kawasan Pantai melalui Eksplorasi Karakteristik Alam Sekitar
- MotoGP Mandalika 2026: Sempurna! Marco Bezzecchi Juara, Dominasi Mutlak Aprilia Kuasai Top 4
- Hasil Sprint Race MotoGP Mandalika: Marc Marquez Segel Kemenangan Perdana di Lombok
- Banjir Bandang dan Longsor Dahsyat Terjang Gorkha, Infrastruktur Vital Hancur Total
- Kondisi, Pasca Bajir Bandang di wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat
- Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Apakah Libur? Cek Informasinya
- Kronologi Peristiwa Berdarah G30S PKI, Sejarah Kelam Bangsa Indonesia!
- Komandan Batalyon I Tjakrabirawa yang Jadi Pemimpin Lapangan Peristiwa G30S/PKI
- Pencarian Korban KM Virgo Resmi Diperpanjang hingga 7 Hari ke Depan
- Fenomena Batuk Berlama-lama Marak di Masyarakat: Apakah Gejala Covid-19 atau Faktor Lain ?
Signifikansi Analitik Data dalam Pengembangan Bisnis Properti Modern di Era Ketidakpastian Ekonomi

Keterangan Gambar : Dokumentasi Pribadi
Zona Today Surabaya - Industri perumahan dan properti merupakan sektor yang sangat dinamis dan rentan terhadap fluktuasi ekonomi makro, perubahan regulasi, serta pergeseran daya beli masyarakat. Dalam menghadapi ketidakpastian tersebut, pengambilan keputusan strategis tidak lagi dapat bersandar pada intuisi manajerial semata, melainkan harus didukung oleh validitas data yang terukur. Urgensi pendekatan kuantitatif dalam ranah Business Development (Pengembangan Bisnis) ini menjadi sorotan utama dalam pemaparan Muhammad Hidayat Isa, S.T., M.T., MSc., salah satu narasumber kunci pada Scholarly Conference on Business Analytics & Management (SCALE) 2026. Konferensi ini diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur pada Kamis (16/4/2026) secara virtual. Di hadapan lebih dari 100 partisipan, Hidayat yang merupakan perwakilan dari entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor properti, membedah rumusan ekonometrika yang digunakan dalam memproyeksikan utilitas atau tingkat kepuasan konsumen. Ia menjelaskan bahwa variabel-variabel demografis dan spasial, seperti luas bangunan, kedekatan lokasi hunian dengan fasilitas pasar (kurang dari 2 km), hingga sensitivitas harga, harus dianalisis menggunakan pemodelan data sebelum perusahaan memutuskan untuk membangun tipe hunian tapak (landed house) atau hunian vertikal (highrise).
"Setiap variabel memiliki nilai utilitas yang harus dikalkulasi secara presisi. Business Development modern dituntut untuk mampu menerjemahkan keluaran data tersebut menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti (actionable insights) guna meminimalisasi risiko investasi," jelas Hidayat.
Pelaksanaan konferensi SCALE 2026 ini merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh para dosen Program Studi Manajemen UPN "Veteran" Jawa Timur. Melalui transfer pengetahuan langsung dari praktisi industri, sivitas akademika berupaya meningkatkan literasi analitik data bagi para mahasiswa dan pelaku usaha, yang merupakan implementasi dari pilar Tridharma Perguruan Tinggi.
- Viral Jawaban Siswa Cerdas Cermat Empat Pilar Disalahkan Juri, MPR RI Sampaikan Permintaan Maaf0
- Melampaui Pertumbuhan Nasional, BPIPI Kemenperin Beberkan Strategi Baru Industrialisasi di SCALE 2020
- Pemuda, Data, dan Keresahan Masa Depan: Merajut Pendidikan Berkualitas Lewat SCALE 20260
- Strategi Tingkatkan Nilai Jual Ikan Bakar Pantai Papuma Lewat Inovasi Kemasan UMKM Jember0
- Mendiktisaintek Brian Yuliarto Soroti Transformasi Pendidikan di Hari Pendidikan Nasional 20260
Penulis : Dimas Seputro
#SCALE2026 #UPNVeteranJatim #FEBUPN #BusinessAnalytics #DataAnalytics #AnalitikData #BusinessDevelopment #PropertiIndonesia #IndustriProperti #EkonomiDigital #TransformasiDigital #SmartProperty #PemodelanData #Ekonometrika #PengembanganBisnis #DataDriven #ActionableInsights #InvestasiProperti #HunianModern #SDG9 #SDG11 #KotaBerkelanjutan #PemukimanBerkelanjutan #InovasiIndustri #LiterasiData #MahasiswaIndonesia #BeritaPendidikan #BeritaEkonomi #ZonaToday #IndonesiaEmas2045











