Waspada Modus Baru! Pembobolan Kartu Kredit Lewat Fitur DANA QR Mengintai Pengguna Digital

By Redaksi ZN 22 Sep 2026, 19:38:55 WIB Teknologi
Waspada Modus Baru! Pembobolan Kartu Kredit Lewat Fitur DANA QR Mengintai Pengguna Digital

Waspada Modus Baru: Pembobolan Kartu Kredit Berkedok Tautan DANA QR

JAKARTA, ZONATODAY.COM — Kejahatan siber di sektor finansial digital kembali memakan korban dengan metode yang semakin rapi. Baru-baru ini, publik dikejutkan oleh temuan modus baru pembobolan kartu kredit melalui fitur QR code dompet digital DANA. Para pelaku memanfaatkan kelengahan korban dengan memanipulasi kode QR pembayaran untuk menguras limit kartu kredit yang terhubung di dalam aplikasi.

Pihak kepolisian siber dan pakar keamanan digital mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap transaksi non-tunai, terutama saat melakukan pemindaian (scanning) kode QR dari sumber yang tidak resmi atau tawaran yang mencurigakan di media sosial.

Kronologi dan Cara Kerja Modus Pembobolan

Berdasarkan laporan dari sejumlah korban, modus operandi pelaku kejahatan ini umumnya terbagi menjadi tiga tahapan taktis:

  • Phishing Berkedok Promo atau Pemutihan Data: Pelaku menghubungi korban melalui pesan instan (WhatsApp/Telegram) atau iklan media sosial, menawarkan promo diskon belanja besar-besaran, hadiah saldo gratis, hingga dalih pemutihan data akun dompet digital.
  • Pengiriman Kode QR Palsu (Ganti QRIS): Korban kemudian diminta untuk memindai sebuah kode QR DANA khusus. Tanpa disadari, kode tersebut bukanlah kode penerimaan uang biasa, melainkan tautan *direct-debit* atau otorisasi pembayaran ke merchant fiktif milik pelaku.
  • Eksploitasi Kartu Kredit yang Terikat: Begitu kode dipindai dan konfirmasi disetujui oleh korban, sistem DANA secara otomatis menarik dana dari metode pembayaran prioritas akun korban. Jika akun DANA tersebut telah terikat (*binding*) dengan kartu kredit, pelaku dapat menguras limit kartu kredit korban dalam hitungan detik tanpa perlu memegang fisik kartunya.

Tanggapan Praktisi Keamanan Siber

Menanggapi maraknya kasus ini, pengamat teknologi informasi menekankan bahwa celah keamanan utama bukan terletak pada sistem aplikasi dompet digitalnya, melainkan pada taktik manipulasi psikologis (*social engineering*) terhadap pengguna.

"Masyarakat sering kali langsung memindai QR code tanpa memeriksa kembali detail nama merchant dan nominal yang tertera pada layar konfirmasi sebelum memasukkan PIN. Kelengahan inilah yang dimanfaatkan pelaku untuk memindahkan dana dari kartu kredit korban," ungkapnya.

Langkah Antisipasi Jaga Keamanan Rekening

Guna menghindari kerugian finansial akibat modus pembobolan DANA QR ini, pengguna aplikasi dompet digital disarankan untuk menerapkan langkah-langkah proteksi berikut:

  1. Periksa Detail Merchant: Selalu teliti nama merchant, nama penerima, dan jumlah nominal uang yang muncul di aplikasi setelah Anda memindai kode QR. Jangan pernah melanjutkan transaksi jika informasi tersebut terasa janggal.
  2. Aktifkan Fitur Keamanan Ganda: Pastikan fitur pemindaian wajah (*Face ID*), sidik jari (*Touch ID*), serta verifikasi OTP (*One-Time Password*) selalu aktif untuk setiap jenis transaksi keluar.
  3. Pisahkan Kartu Kredit untuk Belanja Digital: Pertimbangkan untuk tidak mengikatkan kartu kredit utama yang memiliki limit besar ke dalam aplikasi belanja atau dompet digital harian. Gunakan kartu sekunder atau atur limit transaksi harian serendah mungkin.
  4. Abaikan Tautan dan QR Code Asing: Jangan pernah memindai kode QR yang dikirimkan oleh nomor tidak dikenal atau akun media sosial yang menawarkan hadiah secara tidak masuk akal.

Jika Anda merasa telah menjadi korban pembobolan, segera hubungi *call center* resmi bank penerbit kartu kredit Anda untuk melakukan pemblokiran darurat, serta laporkan riwayat transaksi mencurigakan tersebut ke pihak layanan konsumen DANA untuk investigasi lebih lanjut.





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment