- BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan, Meskipun Turun Hujan di Sejumlah Wilayah Karhutla
- Hasil Pemilu Israel 2026 Belum Dapat Dipastikan, Penentuan Kursi Knesset Jadi Sorotan
- UPN Veteran Jawa Timur Dorong Keberlanjutan Desa Ngadisari Bromo Lewat Maskot dan Gim Edukatif
- Bruno Fernandes Patah Hati di MU, AC Milan Mulai Pantau Peluang Transfer
- Makna Sumpah Pemuda bagi Generasi Indonesia Saat Ini: Menjaga Persatuan di Era Digital
- UPN Veteran Jawa Timur Petakan Kondisi Mangrove Pasuruan dengan Citra Satelit dan Analisis Geokimia
- Indonesia Juara Umum Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, Raih Tiga Gelar Juara
- Prodi Bisnis Digital Gelar SANDIVA 2026 Bersama Empat Institusi di Indonesia
- Prestasi Asian Para Games 2026 di Jepang, Indonesia Raih 15 Medali Emas dan Finis di Posisi Delapan
- Hari Santri Nasional 2026: Menguatkan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
UPN Veteran Jawa Timur Dorong Keberlanjutan Desa Ngadisari Bromo Lewat Maskot dan Gim Edukatif

ZONA TODAY PROBOLINGGO — Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Ilmu Komputer, UPN "Veteran" Jawa Timur mendorong keberlanjutan Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, melalui inovasi digital berbasis kearifan lokal. Upaya tersebut diwujudkan lewat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema penggunaan maskot dan gim edukatif untuk mendukung pelestarian budaya Suku Tengger, penguatan ekonomi warga, serta kepedulian terhadap lingkungan di kawasan Gunung Bromo.
Kegiatan yang berlangsung pada 23 Oktober 2026 itu mempertemukan tim akademisi dan mahasiswa dengan pemerintah desa, perwakilan Karang Taruna, serta masyarakat setempat. Pendekatan yang diperkenalkan memadukan game-based learning, teknologi digital hemat sumber daya, dan strategi branding visual yang mengangkat identitas lokal Desa Ngadisari.
Program ini berangkat dari kebutuhan desa untuk memiliki identitas dan akses informasi yang lebih kuat. Selama ini, Ngadisari dikenal sebagai salah satu gerbang menuju destinasi wisata Gunung Bromo. Melalui pemberdayaan tersebut, desa didorong agar tidak hanya dikenal sebagai jalur menuju kawasan wisata, tetapi juga sebagai komunitas dengan kekayaan budaya, potensi ekonomi, dan karakter lokal yang khas.
- Bruno Fernandes Patah Hati di MU, AC Milan Mulai Pantau Peluang Transfer0
- Makna Sumpah Pemuda bagi Generasi Indonesia Saat Ini: Menjaga Persatuan di Era Digital0
- UPN Veteran Jawa Timur Petakan Kondisi Mangrove Pasuruan dengan Citra Satelit dan Analisis Geokimia0
- Indonesia Juara Umum Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, Raih Tiga Gelar Juara0
- Prodi Bisnis Digital Gelar SANDIVA 2026 Bersama Empat Institusi di Indonesia0
Inovasi Digital untuk Menjawab Tantangan Desa Wisata
Desa Ngadisari memiliki kekayaan adat istiadat dan lingkungan alam yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Suku Tengger. Di tengah aktivitas pariwisata, masyarakat menghadapi tantangan dalam memperkuat citra desa, memperluas akses informasi digital, serta membangun kesadaran mengenai pelestarian lingkungan dan pengelolaan keuangan.
Tim PkM menilai pendekatan digital dapat menjadi sarana pendukung selama penerapannya tetap memperhatikan karakter masyarakat dan kondisi lingkungan setempat. Karena itu, teknologi yang diperkenalkan tidak hanya diarahkan untuk promosi wisata, tetapi juga untuk edukasi warga, pengunjung, dan generasi muda mengenai budaya serta keberlanjutan desa.
Kegiatan ini melibatkan enam dosen dan empat mahasiswa Program Studi Bisnis Digital UPN "Veteran" Jawa Timur. Tim dosen terdiri atas Hendra Maulana, S.Kom., M.Kom., Laqma Dica Fitrani, S.Kom., M.MT., Sugiarto, S.Kom., M.Kom., Dhian Satria Yudha Kartika, S.Kom., M.Kom., Baramadya, S.M., M.SM., serta Pratama Wirya Atmaja, S.Kom., M.Kom.
Sementara itu, mahasiswa yang terlibat sebagai pendamping adalah Gangga Satria Pratama, Yoga Aji Wicaksana Amilah Santosa, Dini Pasha Ramadhani, dan Annisa Zahra Mufida. Dari pihak desa, kegiatan ini melibatkan Plt. Kepala Desa Ngadisari Lastoko, Sekretaris Desa Lela, serta perwakilan Karang Taruna, Redy.
Maskot Desa sebagai Identitas Budaya dan Penggerak Ekonomi
Salah satu gagasan utama yang diperkenalkan adalah pengembangan maskot lokal sebagai identitas visual Desa Ngadisari. Maskot tidak hanya diposisikan sebagai karakter promosi, tetapi juga sebagai media untuk memperkenalkan budaya Tengger dan menyampaikan pesan mengenai perilaku yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, tim memperkenalkan sejumlah contoh pengembangan maskot dari Jepang, antara lain Kkumdori di Daejeon, Shimanekko di Shimane, Uzume-chan di Miyazaki, dan Gajiro di Fukusaki. Berbagai contoh itu digunakan untuk menggambarkan bagaimana karakter khas suatu daerah dapat dimanfaatkan dalam promosi seni, produk lokal, hingga sektor pertanian.
Bagi Desa Ngadisari, maskot berpotensi dikembangkan menjadi beragam produk kreatif, seperti art toys dan merchandise. Pengembangan tersebut diharapkan dapat menambah nilai jual suvenir, kerajinan tangan, serta produk agrikultur masyarakat.
Selain mendukung pemasaran, karakter maskot juga dapat digunakan sebagai media edukasi. Melalui pendekatan visual yang mudah dikenali, informasi mengenai adat istiadat Suku Tengger dan pesan pelestarian lingkungan dapat disampaikan kepada wisatawan maupun anak-anak di desa.
Gim Edukatif dan Teknologi AR untuk Pembelajaran Interaktif
Pilar inovasi berikutnya adalah pemanfaatan gim sebagai media pembelajaran yang inklusif dan interaktif. Pendekatan game-based learning dipilih untuk mengemas materi tentang lingkungan, aturan kehidupan komunitas, dan literasi keuangan ke dalam aktivitas yang lebih menarik.
Salah satu contoh yang diperkenalkan adalah board game edukatif seperti Cashflowpoly untuk membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan. Melalui permainan, materi finansial dapat dipelajari dengan cara yang lebih partisipatif.
Tim juga mengenalkan potensi penggunaan Augmented Reality (AR) melalui AR marker dan aplikasi seluler interaktif. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan situs sejarah dan budaya tanpa harus bergantung pada pembangunan infrastruktur fisik yang mahal.
Selain itu, pendekatan ludonarrative atau pembelajaran berbasis cerita dan permainan di alam turut diperkenalkan. Konsep tersebut dapat menggabungkan pengalaman wisata dengan penyampaian informasi mengenai budaya, lingkungan, dan kehidupan masyarakat Tengger.
Tiga Program Prioritas untuk Keberlanjutan Desa Ngadisari
Berdasarkan pemetaan potensi dan diskusi bersama masyarakat, tim PkM merumuskan sejumlah program lanjutan. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat akses informasi, identitas visual desa, dan kemampuan pemasaran digital pelaku usaha lokal.
Pertama, pengembangan website resmi desa. Website direncanakan menjadi pusat informasi terpadu atau one door information yang memuat informasi budaya, pariwisata, dan potensi Desa Ngadisari. Tim juga merencanakan fasilitasi pembuatan domain dan website melalui kementerian terkait.
Kedua, perancangan maskot khas Desa Ngadisari. Proses pengembangan karakter akan diarahkan pada penguatan identitas budaya Tengger dengan membuka kolaborasi bersama praktisi Desain Komunikasi Visual (DKV) dan industri kreatif.
Ketiga, pendampingan e-commerce bagi UMKM. Program ini ditujukan untuk membantu warga memanfaatkan kanal digital dalam memasarkan produk lokal. Dengan kemampuan pemasaran daring, pelaku usaha diharapkan memiliki peluang memperluas jangkauan konsumen.
Untuk mendukung pelaksanaan agenda tersebut, tim membuka peluang kolaborasi lintas sektor. Mitra yang direncanakan antara lain Grup Riset GAME Program Studi Bisnis Digital UPN "Veteran" Jawa Timur, Laboratorium GIGA dan Departemen Desain Produk Industri ITS, serta UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur.
Jaringan kerja sama internasional juga menjadi bagian dari rencana pengembangan, termasuk GameChangers Coventry University, Miyazaki International University, dan mitra kawasan cagar biosfer di Jepang.
UPN Veteran Jawa Timur Dorong Pelestarian Budaya Tengger
Koordinator Program Studi Bisnis Digital UPN "Veteran" Jawa Timur, Hendra Maulana, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadikan Desa Ngadisari sebagai pelopor pelestarian budaya berbasis gamifikasi digital di Jawa Timur.
"Masyarakat Tengger di Desa Ngadisari memiliki kekayaan budaya dan alam yang luar biasa. Melalui pendekatan maskot dan gim edukatif, kita dapat menjaga kelestarian lingkungan dan kearifan lokal dengan cara yang modern, efisien, serta menyenangkan bagi wisatawan maupun warga lokal," ungkap Hendra.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, UPN "Veteran" Jawa Timur berupaya menghubungkan inovasi teknologi dengan kebutuhan komunitas desa. Pengembangan website, maskot lokal, dan pendampingan e-commerce menjadi agenda lanjutan yang diharapkan dapat memperkuat identitas serta potensi ekonomi Desa Ngadisari.

Gambar Implementasi Kerjasama Prodi Bisnis Digital x Desa Ngadisari Probolinggo
Pendekatan tersebut menempatkan kearifan lokal sebagai dasar pengembangan inovasi digital. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi di kawasan wisata Bromo diharapkan tidak hanya mendukung promosi dan aktivitas ekonomi, tetapi juga berjalan seiring dengan upaya menjaga budaya Suku Tengger dan keberlanjutan lingkungan Desa Ngadisari.
Hashtag : #DesaNgadisari #UPNVeteranJawaTimur #BisnisDigital #GunungBromo #BudayaTengger #GimEdukatif #DigitalisasiDesa #ZonaToday











