Kabar Duka Nasional: Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Dunia Seni Kehilangan Sang Maestro

By Redaksi ZN 26 Sep 2026, 06:52:00 WIB Tokoh
Kabar Duka Nasional: Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Dunia Seni Kehilangan Sang Maestro

JAKARTA, ZONATODAY.COM — Awan duka yang sangat mendalam menyelimuti panggung seni, budaya, dan politik tanah air. Keluarga besar ZONATODAY.COM mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya sang maestro seni legendaris sekaligus putra bungsu Proklamator RI Bung Karno, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra.

Beliau dikabarkan mengembuskan napas terakhirnya pada usia 73 tahun di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, setelah berjuang melawan gangguan jantung. Kepergian tokoh multitalenta ini menyisakan kesedihan mendalam bagi jutaan masyarakat Indonesia yang tumbuh bersama karya-karya emasnya.

Warisan Karya Abadi untuk Seni dan Budaya Nusantara

Sepanjang hayatnya, Guruh Soekarnoputra tidak hanya dikenal sebagai representasi keluarga biologis Bung Karno, melainkan sebagai sosok visioner yang berhasil memodernisasi kebudayaan tradisional Indonesia:

  • Swara Maharddhika & GSP Production: Organisasi kesenian kolosal legendaris yang didirikannya untuk menularkan rasa cinta budaya Nusantara dan membakar semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.
  • Mahakarya Musik Monumental: Pencipta lagu-lagu abadi yang tak lekang oleh waktu seperti Melati Suci, Zamrud Khatulistiwa, Kala Cinta Menggoda, hingga proyek musik eksperimental legendaris Guruh Gipsy.
  • Pengabdian di Jalur Politik: Menjaga api perjuangan marhaenisme dengan mengabdi sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan untuk menyuarakan aspirasi rakyat dan pemajuan kebudayaan nasional.

Rencana Penghormatan Terakhir dan Pemakaman

Menurut informasi resmi dari pihak keluarga dan jajaran kepartaian, jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan di tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Pusara beliau akan ditempatkan tepat di samping makam ibunda tercinta, Ibu Fatmawati, sang penjahit bendera pusaka Merah Putih.

Sebagai bentuk dedikasi dan penghormatan tertinggi atas segala jasa serta pengabdian yang telah ditorehkan almarhum untuk bangsa ini, bendera setengah tiang dikibarkan sebagai simbol berkabung nasional. Selamat jalan, Mas Guruh. Karya, nama, dan semangatmu akan selalu hidup dan abadi di dalam sanubari batin bangsa Indonesia.





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment