- Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Ucapannya Usai Pengibaran Bendera Jadi Sorotan
- Pidato Prabowo Soal Pengupas Bawang Bikin Heboh, Rp700 Ribu atau Rp700 Per Kilogram?
- 16 Agustus 2026 Diperingati Hari Apa? Ini Daftar Momen Penting Menjelang HUT RI
- NTT Diguncang Gempa M7,7, Peringatan Tsunami Sempat Dikeluarkan BMKG
- Gempa NTT M7,7 Guncang Flores, Puluhan Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi
- IHSG 10 Agustus 2026 Sempat Menguat, tapi Ditutup Turun: Saham Apa yang Masih Diburu Investor
- UPN Veteran Jatim Perkuat Branding Digital Sanggar Nampani lewat Website dan Konten Kreatif
- Bromo Terbakar Hebat, Menhut Turun ke Lokasi! Ada Apa dengan Gunung Bromo
- Smart Farming Masuk Banyuwangi, UPN "Veteran" Jawa Timur Bantu Gapoktan Tunas Harapan Naik Kelas
- Gunung Bromo Terbakar, Api Meluas hingga 176 Hektare! Wisata Ditutup Total
Reformasi Teknologi Imigrasi: Passport Kini Harus Lewat Aplikasi All Indonesia

Zona Today - Pemerintah Indonesia resmi menerapkan kebijakan baru dalam sistem imigrasi dengan mewajibkan penggunaan aplikasi “All Indonesia” bagi seluruh penumpang internasional, baik WNI maupun WNA, mulai 1 September 2025. Aplikasi ini diklaim akan mempercepat layanan keimigrasian sekaligus memperkuat pengawasan di pintu masuk internasional.
“All Indonesia” merupakan aplikasi terintegrasi yang menggabungkan layanan paspor, data imigrasi, kesehatan, serta karantina. Dengan sistem ini, penumpang hanya perlu mengisi data secara digital sebelum keberangkatan maupun kedatangan, sehingga antrean di bandara dapat dikurangi secara signifikan.
Menteri Hukum dan HAM menegaskan bahwa inovasi ini adalah bagian dari reformasi teknologi imigrasi untuk menghadapi tantangan era digital sekaligus menjaga keamanan nasional. “Kebijakan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tapi juga memastikan bahwa setiap pergerakan lintas batas tercatat dengan akurat,” ujarnya dalam konferensi pers.
- Indonesia Siapkan Fasilitas Medis untuk 2.000 Korban Gaza0
- Indonesia Gencarkan Vaksinasi Massal untuk Hentikan Wabah Campak0
- Gelombang Protes Kian Panas, Rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani Jadi Sasaran Penjarahan0
- Golkar Resmi Nonaktifkan Adies Kadir dari DPR, Upaya Tegakkan Etika Politik di Tengah Gelombang Aksi0
- Prabowo Putuskan Pemangkasan Tunjangan DPR, Tegaskan Aparat Siap Bertindak Tegas Hadapi Perusuh0
Selain itu, aplikasi ini juga akan dihubungkan dengan sistem keamanan nasional, termasuk kepolisian dan bea cukai, sehingga dapat mendeteksi potensi tindak kriminal lintas negara seperti perdagangan manusia, penyelundupan, hingga ancaman terorisme.
Pemerintah memberikan masa transisi satu bulan bagi masyarakat untuk beradaptasi dengan sistem baru ini. Selama periode tersebut, petugas akan melakukan sosialisasi di bandara, pelabuhan internasional, dan jalur perbatasan darat.
Kebijakan ini mendapat respons beragam dari masyarakat. Sejumlah penumpang menyambut baik langkah digitalisasi yang memudahkan perjalanan, namun sebagian lain menilai perlunya jaminan keamanan data pribadi. Pakar keamanan siber mengingatkan pemerintah agar memastikan sistem enkripsi dan perlindungan data di aplikasi tersebut sudah memenuhi standar internasional.
Dengan penerapan “All Indonesia”, pemerintah berharap proses imigrasi menjadi lebih cepat, transparan, dan aman, sekaligus menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menghadirkan layanan publik berbasis teknologi.
Hashtag : #Zona #Today #ZonaToday #zonatoday.com #AllIndonesia #ImigrasiDigital #PasporOnline #ReformasiImigrasi #ZonaTodayNews #TeknologiPemerintah #DigitalisasiIndonesia #KeamananPerjalanan











