- Sindikat Love Scamming di Dalam Rutan Kotabumi Terbongkar, Ratusan Tahanan dan Pegawai Diduga Terlib
- Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
- Polemik Pengadaan Chromebook Seret Nama Nadiem, Publik Soroti Proses Hukum
- Fakultas Ilmu Komputer UPN Veteran Jatim dan UNHASA Perkuat Kolaborasi Abdimas
- Berani Protes Juri, Josepha Alexandra Bongkar Dugaan Kejanggalan Nilai LCC di Depan Publik
- Kenaikan Yesus Kristus 2026 Jadi Momentum Refleksi dan Kebersamaan Nasional
- Signifikansi Analitik Data dalam Pengembangan Bisnis Properti Modern di Era Ketidakpastian Ekonomi
- Viral Jawaban Siswa Cerdas Cermat Empat Pilar Disalahkan Juri, MPR RI Sampaikan Permintaan Maaf
- 3 Klub Top yang Paling Sering Juara Liga Indonesia, Persib Bandung Jadi Sorotan
- Melampaui Pertumbuhan Nasional, BPIPI Kemenperin Beberkan Strategi Baru Industrialisasi di SCALE 202
Presiden Prabowo Ajak Negara Peserta SPIEF 2025 Perkuat Kolaborasi Demi Kemakmuran Bersama

Zona Today - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengajak seluruh peserta Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 untuk menjalin kolaborasi strategis demi mencapai kemakmuran bersama. Ajakan tersebut disampaikan saat Prabowo menjadi pembicara utama dalam forum yang digelar di St. Petersburg, Federasi Rusia, Jumat (20/6/2025).
“Kami ingin bekerja sama dengan mitra strategis. Kami tidak meminta bantuan atau sumbangan,” tegas Presiden Prabowo.
Dalam forum tersebut, Prabowo menegaskan posisi strategis Indonesia sebagai negara dengan potensi ekonomi besar, yakni negara keempat terbesar dunia berdasarkan jumlah penduduk dengan rata-rata 5 juta kelahiran per tahun, setara populasi Singapura. Selain itu, Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah mulai dari hutan tropis hingga mineral dan komoditas strategis.
- Pemerintah Pastikan Relokasi Aman bagi Korban Likuifaksi Purwakarta, Proses Pemulihan Dipercepat0
- Mulai Juli 2025, Sri Mulyani Akan Pajaki Pedagang Online 0,5 Persen0
- Zohran Mamdani Menang Pemilihan Pendahuluan, Siap Jadi Wali Kota Muslim Pertama New York0
- 8 Saham IPO di Akhir Juni 2025, Ada Perusahaan Milik Prajogo Pangestu hingga Merry Riana0
- Juliana Marins, Pendaki Asal Brasil Meninggal di Rinjani: Kronologi Lengkap dan Polemik Netizen0
Presiden juga menggarisbawahi empat prioritas utama pemerintahan yang akan difokuskan dalam waktu dekat, yaitu ketahanan pangan, efisiensi energi, peningkatan kualitas pendidikan untuk daya saing global, serta percepatan industrialisasi.
“Kami harus bekerja demi membawa kebaikan sebesar-besarnya untuk sebanyak mungkin rakyat,” tambah Prabowo.
Menyoal ketahanan pangan, Prabowo mengklaim produksi beras dan jagung nasional meningkat hingga 50 persen dalam tujuh bulan pertama pemerintahannya — peningkatan tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia. Cadangan beras nasional kini mencapai 4,4 juta ton, tertinggi sepanjang masa.
“Saya yakin kami berada di jalur yang tepat. Target swasembada pangan dalam empat tahun bisa tercapai bahkan dalam satu tahun. Dalam beberapa tahun, Indonesia akan menjadi eksportir beras dan jagung,” ujarnya optimis.
Untuk mendukung program strategis ini, Indonesia membentuk sovereign wealth fund bernama Danantara, yang saat ini mengelola aset senilai USD 1 triliun dengan investasi sebesar USD 18 miliar.
“Kami ingin menjadi mitra sejati untuk meraih kemakmuran bersama,” tegas Prabowo.
Di bidang kebijakan luar negeri, Presiden menegaskan komitmen Indonesia terhadap prinsip non-blok. Ia berterima kasih atas dukungan Rusia terhadap perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA), serta proses aksesi Indonesia ke blok CPTPP, Uni Eropa, dan OECD.
Terkait keanggotaan BRICS, Prabowo mengapresiasi dukungan Rusia yang memungkinkan Indonesia bergabung dengan cepat. Ia menyatakan Indonesia siap memainkan peran positif dalam menjaga perdamaian dan kerja sama global.
“Dunia ini semakin kecil. Kita semua harus bekerja sama demi perdamaian dan kolaborasi global,” pungkasnya.
Hashtag: #Zona #Today #ZonaToday #zonatoday.com #SPIEF2025 #PrabowoSubianto #IndonesiaMaju #KolaborasiGlobal #KetahananPangan #EkonomiIndonesia #BRICS #Zonatoday #KemakmuranBersama #NonBlok











