- Wanita Asal Palembang Nekat Menyamar Jadi Pramugari, Batik Air Beri Penjelasan
- Tim SAR, Relawan, Sholawatan di Basecamp hingga Anak Indigo Turut Membantu Pencarian
- Sosok Rival Indigo Turun ke Gunung Slamet, Ikut Membantu Pencarian Syafiq Ali
- Syafiq Ali dan Himawan Dilaporkan Hilang Sejak Desember 2025, Keluarga Menanti Kepastian
- Perlu Diketahui, Ini 21 Kategori Penyakit dan Layanan Medis yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
- Sambut Tahun Baru 2026, Presiden Prabowo Sampaikan Pesan Optimisme dan Persatuan Bangsa
- Fenomena Super Flu Muncul, Kenali Gejala dan Langkah Menghadapinya
- Makna 1 Januari: Tahun Baru, Hari Keluarga Sedunia, dan Seruan Perdamaian Dunia
- Deretan Peristiwa Penting 31 Desember, dari Malam Pergantian Tahun hingga Sejarah Film Indonesia
- Kaleidoskop Indonesia 2025: Prestasi, Solidaritas, dan Harapan Baru Menyongsong 2026
Mhs Fasilkom UPN Jatim Dukung Transformasi Digital UMKM Arara Art melalui Program Bridgepreneur

Keterangan Gambar : Dok. Pribadi | BridgePreneur 2025
Zona Today - Mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur membuktikan kiprah nyata mereka dalam mendukung kemajuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era digitalisasi ekonomi. Melalui program Magang Kampus Berdampak bertajuk Bridgepreneur, para mahasiswa berperan aktif membantu UMKM Arara Art, sebuah usaha lokal yang berfokus pada pembuatan aksesori berbahan dasar batu alam dan manik-manik, agar mampu memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan efisiensi bisnisnya melalui pemanfaatan teknologi digital.
Kegiatan magang ini dilaksanakan selama periode September hingga Desember 2025, melibatkan tiga mahasiswa dari dua program studi di lingkungan Fasilkom UPN Veteran Jatim. Mereka adalah Dimas Rhoyhan dari Program Studi Sistem Informasi, serta Farzy Syahriel Ikhrami dan Muhammad Akbar Raafi Rahmatulloh dari Program Studi Bisnis Digital. Ketiganya berkolaborasi langsung dengan pihak Arara Art untuk melakukan analisis terhadap proses bisnis yang telah berjalan, mengidentifikasi kendala dalam penerapan digitalisasi, serta merancang solusi teknologi yang relevan dan aplikatif.
Dalam pelaksanaan program ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta magang, tetapi juga sebagai Bridgepreneur, jembatan antara dunia akademik dan dunia usaha. Mereka mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk membantu UMKM melakukan adaptasi terhadap tren pemasaran digital, dan manajemen produk untuk penjualan pada e-commerce. Upaya tersebut meliputi pendampingan pembuatan strategi pemasaran digital melalui media sosial, pengelolaan konten visual produk, optimalisasi branding dengan website, serta pemanfaatan platform e-commerce agar produk Arara Art dapat menjangkau konsumen lebih luas, baik di pasar lokal maupun nasional.
- Tim UPN Jatim Serahkan Satu Unit Mesin Huller Inovasi Pengolahan Beras Sehat kepada Desa Bendosewu0
- Perkembangan Terbaru Kasus Ledakan SMA Negeri 72 Jakarta0
- Video Pendakwah Gus Elham Mencium Anak-Anak Jadi Sorotan, PBNU dan Kemenag Angkat Bicara0
- Pestanya Belanja 11.11: Diskon Besar, Lonjakan Transaksi, dan Antusiasme Konsumen di Akhir 20250
- Flux Creative Universe Cetak Rekor MURI Berkat Jumlah Tayangan Tertinggi di Indonesia0
Selain itu, program ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami realitas dunia kerja, meningkatkan kemampuan kolaboratif, serta memperkuat soft skill di bidang komunikasi, manajemen proyek, dan inovasi teknologi. Melalui kolaborasi ini, diharapkan terjalin hubungan berkelanjutan antara dunia pendidikan dan sektor UMKM, sehingga terbentuk ekosistem kewirausahaan digital yang inklusif dan berdaya saing.
“Program Bridgepreneur ini bukan hanya memberikan pengalaman kerja bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi bentuk Bela Negara di Era Digital. Mahasiswa dilatih untuk menghadirkan inovasi yang nyata dan berdampak pada masyarakat,” ujar Dr. I Gede Susrama Mas Diyasa, Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Komputer UPN Veteran Jatim.
Melalui sinergi yang terjalin dalam program ini, para mahasiswa turut berperan aktif dalam mendukung transformasi digital Arara Art pada berbagai aspek strategis. Dukungan tersebut mencakup pengembangan strategi pemasaran digital (digital marketing), pembuatan dan pengelolaan konten visual kreatif untuk media sosial.
Sebelum pelaksanaan program Bridgepreneur, aktivitas pemasaran yang dilakukan oleh Arara Art masih didominasi oleh metode konvensional, seperti mengikuti berbagai bazar, pameran, dan transaksi penjualan secara langsung. Meskipun sebelumnya Arara Art telah mencoba memasarkan produknya secara online melalui beberapa platform e-commerce, upaya tersebut belum memberikan hasil yang maksimal karena keterbatasan strategi digital dan pengelolaan konten yang kurang konsisten. Kondisi ini menyebabkan jangkauan konsumen masih terbatas dan potensi pasar digital belum tergarap secara optimal.
Namun, setelah mendapatkan pendampingan dari Mahasiswa Fasilkom UPN Veteran Jawa Timur, Arara Art mulai menunjukkan perubahan signifikan dalam strategi pemasarannya. Melalui penerapan pendekatan digital marketing yang lebih terarah serta pemanfaatan media sosial dan platform e-commerce secara strategis, UMKM ini berhasil memperluas jangkauan pasar, meningkatkan interaksi dengan pelanggan, serta membangun citra merek yang lebih modern, profesional, dan kompetitif di tengah persaingan bisnis berbasis digital.

Dr. I Gede Susrama Mas Diyasa menjelaskan, Bridgepreneur merupakan program unggulan Fasilkom yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan pengabdian masyarakat. Beliau berharap kegiatan ini bisa menjadi model kerja sama berkelanjutan antara kampus dan dunia usaha, terutama bagi UMKM yang ingin beradaptasi di tengah perubahan teknologi.











