- Wanita Asal Palembang Nekat Menyamar Jadi Pramugari, Batik Air Beri Penjelasan
- Tim SAR, Relawan, Sholawatan di Basecamp hingga Anak Indigo Turut Membantu Pencarian
- Sosok Rival Indigo Turun ke Gunung Slamet, Ikut Membantu Pencarian Syafiq Ali
- Syafiq Ali dan Himawan Dilaporkan Hilang Sejak Desember 2025, Keluarga Menanti Kepastian
- Perlu Diketahui, Ini 21 Kategori Penyakit dan Layanan Medis yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
- Sambut Tahun Baru 2026, Presiden Prabowo Sampaikan Pesan Optimisme dan Persatuan Bangsa
- Fenomena Super Flu Muncul, Kenali Gejala dan Langkah Menghadapinya
- Makna 1 Januari: Tahun Baru, Hari Keluarga Sedunia, dan Seruan Perdamaian Dunia
- Deretan Peristiwa Penting 31 Desember, dari Malam Pergantian Tahun hingga Sejarah Film Indonesia
- Kaleidoskop Indonesia 2025: Prestasi, Solidaritas, dan Harapan Baru Menyongsong 2026
Menteri Agama Ajak Umat Jadikan 1 Muharam 1447 H sebagai Titik Hijrah

Keterangan Gambar : Sumber : Kemenag
Tahun Baru Islam 1447 H, Menag Ajak Umat Jadikan Hijrah Sebagai Transformasi Diri
Zona Today - Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengajak umat Islam di seluruh penjuru negeri untuk menjadikan momen 1 Muharram sebagai ajakan untuk hijrah — bukan sekadar berpindah waktu, melainkan transformasi makna dan kualitas hidup.
Dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (26/6/2025), Menag menekankan bahwa Tahun Baru Islam bukanlah seremoni kosong, melainkan waktu untuk perenungan spiritual dan sosial. Ia merujuk pada Surah At-Taubah ayat 20 yang menegaskan keutamaan mereka yang berhijrah dan berjihad dengan harta dan jiwa demi nilai-nilai ketuhanan.
- Kemenparekraf Kenalkan Bali dan Jakarta ke Pasar India Lewat Fam Trip0
- Nasabah PNM Sulap Jeans Bekas Jadi Produk Fashion Keren0
- Taman Safari Gelar Lomba Foto Satwa Internasional \"The Picture of Nature’s Secret\"0
- Iran Klaim Serang Kantor Intelijen Israel dengan Rudal Siluman0
- Masih Relevan, Ini 7 Alasan Press Release Efektif untuk Peluncuran Produk di 20250
“Hijrah hari ini berarti beralih dari kegelapan menuju cahaya, dari stagnasi menuju pertumbuhan, dari rutinitas tanpa makna ke amal yang bernilai tinggi,” ujar Menag.
Ia juga mengajak umat untuk merenungkan sejauh mana semangat Islam tercermin dalam tindakan sehari-hari. Apakah Islam hanya tertulis di kartu identitas, atau sudah hidup dalam kejujuran, kasih sayang, dan kontribusi nyata?
Menurut Menag, peringatan Tahun Baru Islam sejatinya bukan dirayakan dengan gegap gempita, tetapi dengan ketenangan, zikir, dan kontemplasi yang memperkuat kekuatan spiritual untuk memulai perubahan dari dalam diri.
Ia juga mengapresiasi berbagai tradisi lokal seperti Tabuik di Sumatera Barat, Grebeg Suro di Jawa, dan doa bersama di desa-desa sebagai wujud harmoni antara ajaran Islam dan budaya Nusantara. Hal ini, katanya, menunjukkan bahwa Islam dapat hidup berdampingan dengan tradisi tanpa kehilangan substansinya.
“Islam yang membumi, tetapi tetap mewangi. Tugas kita adalah menjaga bukan hanya ritualnya, tapi juga maknanya,” ungkap Nasaruddin.
Menag juga menekankan pentingnya semangat hijrah diterapkan di semua lini kehidupan: dalam keluarga, dunia pendidikan, pemerintahan, hingga perilaku di media sosial.
Di akhir pesannya, Menag mengajak seluruh umat untuk menyambut Tahun Baru Islam 1447 H dengan tiga sikap utama: pertama, bersyukur atas nikmat usia dan kesempatan hidup; kedua, berhijrah dari kondisi stagnan menuju kemajuan; dan ketiga, berkontribusi nyata bagi masyarakat, karena iman sejati tercermin dari tindakan.
“Selamat Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Semoga hijrah kita tahun ini benar-benar menjadi lompatan menuju kehidupan yang lebih bermakna dan penuh keberkahan,” tutup Menag.
Hashtag : #Zona #Today #ZonaToday #zonatoday.com #TahunBaruIslam1447H #HijrahBermakna #PesanMenag #Refleksi1Muharram #HijrahSpiritual #IslamDanBudaya #KontribusiUmat #ZonatodayReligi #HijrahUntukBangsa











