- Sindikat Love Scamming di Dalam Rutan Kotabumi Terbongkar, Ratusan Tahanan dan Pegawai Diduga Terlib
- Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
- Polemik Pengadaan Chromebook Seret Nama Nadiem, Publik Soroti Proses Hukum
- Fakultas Ilmu Komputer UPN Veteran Jatim dan UNHASA Perkuat Kolaborasi Abdimas
- Berani Protes Juri, Josepha Alexandra Bongkar Dugaan Kejanggalan Nilai LCC di Depan Publik
- Kenaikan Yesus Kristus 2026 Jadi Momentum Refleksi dan Kebersamaan Nasional
- Signifikansi Analitik Data dalam Pengembangan Bisnis Properti Modern di Era Ketidakpastian Ekonomi
- Viral Jawaban Siswa Cerdas Cermat Empat Pilar Disalahkan Juri, MPR RI Sampaikan Permintaan Maaf
- 3 Klub Top yang Paling Sering Juara Liga Indonesia, Persib Bandung Jadi Sorotan
- Melampaui Pertumbuhan Nasional, BPIPI Kemenperin Beberkan Strategi Baru Industrialisasi di SCALE 202
Tim UPN Jatim Serahkan Satu Unit Mesin Huller Inovasi Pengolahan Beras Sehat kepada Desa Bendosewu
Keterangan Gambar : Dok. Pribadi | Foto Bersama Pemdes Bendosewu Kab. Blitar
Zona Today Blitar — Program Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam menghadirkan teknologi tepat guna bagi masyarakat. Bertempat di Balai Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, tim pengabdian resmi menyerahkan satu unit Mesin Huller Inovasi Pengolahan Beras Sehat sebagai salah satu luaran utama program tahun 2025.
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh tim dosen pengabdi UPNVJT dan diterima langsung oleh Kepala Desa Bendosewu, disaksikan oleh Kelompok Tani (Poktan) dan BUMDes sebagai perwakilan masyarakat yang ditunjuk untuk mengelola pemanfaatan alat. Mesin huller ini merupakan prototipe yang telah melalui proses perakitan, penyempurnaan, serta uji coba baik di bengkel rekayasa maupun di lapangan untuk memastikan kesesuaian operasional dengan kondisi pertanian desa.
Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa inovasi mesin ini dirancang untuk memperkuat kapasitas produksi beras sehat lokal melalui proses penggilingan yang lebih higienis, efisien, dan berkualitas tinggi. “Kami merancang mesin ini berdasarkan kebutuhan riil petani. Harapannya, teknologi ini dapat meningkatkan nilai tambah beras Bendosewu dan mendukung kemandirian pangan desa,” ungkapnya.
- Perkembangan Terbaru Kasus Ledakan SMA Negeri 72 Jakarta0
- Video Pendakwah Gus Elham Mencium Anak-Anak Jadi Sorotan, PBNU dan Kemenag Angkat Bicara0
- Pestanya Belanja 11.11: Diskon Besar, Lonjakan Transaksi, dan Antusiasme Konsumen di Akhir 20250
- Flux Creative Universe Cetak Rekor MURI Berkat Jumlah Tayangan Tertinggi di Indonesia0
- Ledakan Bom Rakitan di SMA 72 Jakarta: Puluhan Korban Terluka, Motif Masih Diselidiki0
Kepala Desa Bendosewu menyampaikan apresiasi atas kontribusi UPNVJT, menyatakan bahwa keberadaan mesin ini menjadi langkah penting bagi desa dalam meningkatkan kualitas hasil pertanian serta membuka peluang ekonomi baru melalui pengelolaan berbasis BUMDes. “Dengan adanya alat ini, kami semakin siap untuk mengembangkan produk beras sehat unggulan desa,” ujarnya.
-
SDG 1 (No Poverty): meningkatkan pendapatan petani melalui efisiensi produksi.
-
SDG 2 (Zero Hunger): meningkatkan kualitas dan ketersediaan pangan sehat.
-
SDG 8 (Decent Work and Economic Growth): memperkuat ekonomi desa melalui pemanfaatan BUMDes.
-
SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure): menghadirkan inovasi teknologi tepat guna di tingkat desa.
-
SDG 12 (Responsible Consumption and Production): mendukung produksi pangan yang lebih bertanggung jawab.
Video Terkait:











