- Tim Debutan yang Hampir Menumbangkan Juara Bertahan Argentina di Piala Dunia 2026
- Persaingan Top Skor Piala Dunia 2026 Memanas! Mbappe dan Messi Berburu, Haaland Terus Mengintai
- Danantara Mulai Bersih-Bersih PT Pos Indonesia, Dugaan Rekayasa Keuangan Terungkap
- Tiga Tuan Rumah Hadapi Ujian Sesungguhnya di 16 Besar Piala Dunia 2026
- Piala Dunia 2026: Wakil Asia Resmi Habis, Mimpi Cetak Sejarah Kembali Pupus di Babak Gugur
- Universitas Garut Kembangkan Website PT Mandraguna Pusaka Indonesia
- Resmi Berlaku 1 Agustus 2026! Pajak Marketplace Mulai Dipungut, Seller Wajib Tahu
- Bukan Cuma Sepak Bola! Kuliner di Piala Dunia 2026 Jadi Daya Tarik Baru
- Lukaku Belum Habis! Gol Krusial dan Mental Baja Bawa Belgia Bangkit Dramatis di Piala Dunia 2026
- Hasil Piala Dunia 2026 2 Juli: AS Lolos, Belgia Bangkit Dramatis! Babak 32 Besar Makin Panas
Harga BBM Seri Dex Naik, Konsumen Diimbau Siapkan Anggaran Lebih
Penyesuaian tarif untuk varian ‘diesel berkualitas’ oleh PT Pertamina (Persero) mulai berlaku secara nasional dan diperkirakan memberi dampak pada kegiatan transportasi dan logistik.

Zona Today - PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel berkualitas tinggi per 25 Oktober 2025. Varian Dexlite dan Pertamina Dex mengalami kenaikan antara Rp150 hingga Rp300 per liter, tergantung wilayah. Di beberapa daerah, harga Dexlite kini berkisar Rp13.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex menembus angka Rp14.000 hingga Rp14.600 per liter.
Penyesuaian ini dilakukan seiring naiknya harga minyak mentah dunia serta peningkatan biaya distribusi dan komponen energi global. Pertamina menyebut langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan serta kualitas produk diesel di seluruh Indonesia. Sementara itu, BBM jenis lain seperti Pertalite, Bio Solar, dan Pertamax masih dipertahankan di harga semula untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat.
Kenaikan harga tersebut paling terasa di sektor transportasi dan logistik yang sangat bergantung pada kendaraan diesel. Pelaku usaha mengkhawatirkan adanya peningkatan biaya operasional yang dapat berdampak pada harga barang di tingkat konsumen. Meski begitu, beberapa analis menilai kebijakan ini tergolong moderat dibanding potensi kenaikan yang bisa lebih besar apabila harga minyak global terus melonjak.
- Lewat Sosialisasi Door to Door PMM Kampunganyar Dorong UMKM Melek Digital Marketing0
- Mahasiswa PMM Kampunganyar Angkat Potensi UMKM Lewat Redesign Packaging0
- Bangunan Pondok Pesantren di Sidoarjo Runtuh, Warga dan Santri Berduka0
- Ulang Tahun Prabowo Disorot Internasional, Simbol Pengakuan atas Kepemimpinan Indonesia0
- Hari Ulang Tahun Prabowo Subianto, Momentum Refleksi dan Doa untuk Pemimpin Bangsa0
Pemerintah dan Pertamina mengimbau masyarakat untuk mulai beradaptasi dengan kebijakan energi dinamis ini. Salah satunya melalui efisiensi penggunaan kendaraan, perawatan rutin mesin agar pembakaran lebih optimal, serta mendorong penggunaan bahan bakar sesuai spesifikasi mesin untuk menghindari kerusakan jangka panjang.
Dari sisi ekonomi makro, penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini bisa menjadi sinyal bahwa pasar energi nasional sedang menyesuaikan diri terhadap tekanan global. Fluktuasi nilai tukar, biaya impor, dan geopolitik internasional menjadi faktor yang turut memengaruhi harga jual dalam negeri.
Meski memunculkan kekhawatiran di masyarakat, kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan industri energi nasional dan keterjangkauan harga bagi pengguna akhir. Dengan langkah yang terukur, diharapkan dampaknya dapat diminimalkan tanpa mengorbankan stabilitas pasokan energi di tanah air.
Hashtag : #Zona #Today #ZonaToday #zonatoday.com #HargaBBM #Dexlite #PertaminaDex #BBMNaik #EnergiNasional #Transportasi #Ekonomi2025 #KebijakanEnergi











