- Sindikat Love Scamming di Dalam Rutan Kotabumi Terbongkar, Ratusan Tahanan dan Pegawai Diduga Terlib
- Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
- Polemik Pengadaan Chromebook Seret Nama Nadiem, Publik Soroti Proses Hukum
- Fakultas Ilmu Komputer UPN Veteran Jatim dan UNHASA Perkuat Kolaborasi Abdimas
- Berani Protes Juri, Josepha Alexandra Bongkar Dugaan Kejanggalan Nilai LCC di Depan Publik
- Kenaikan Yesus Kristus 2026 Jadi Momentum Refleksi dan Kebersamaan Nasional
- Signifikansi Analitik Data dalam Pengembangan Bisnis Properti Modern di Era Ketidakpastian Ekonomi
- Viral Jawaban Siswa Cerdas Cermat Empat Pilar Disalahkan Juri, MPR RI Sampaikan Permintaan Maaf
- 3 Klub Top yang Paling Sering Juara Liga Indonesia, Persib Bandung Jadi Sorotan
- Melampaui Pertumbuhan Nasional, BPIPI Kemenperin Beberkan Strategi Baru Industrialisasi di SCALE 202
FIFA Jatuhi Denda Rp 400 Juta ke PSSI, Jumlah Penonton Saat Lawan China Akan Dibatasi

Keterangan Gambar : Suporter Timnas Indonesia di GBK (ZN)
Zona Today - FIFA secara resmi menjatuhkan sanksi kepada PSSI akibat tindakan diskriminatif yang dilakukan sebagian suporter Indonesia saat laga melawan Bahrain pada 25 Maret 2025 di Stadion Gelora Bung Karno. Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, menyampaikan bahwa FIFA memberikan dua bentuk sanksi utama: denda sebesar lebih dari Rp 400 juta dan kewajiban membatasi jumlah penonton pada pertandingan berikutnya melawan China.
Pembatasan itu mencakup penutupan sekitar 15 persen kapasitas tribun, terutama di area belakang gawang yang biasa ditempati kelompok suporter La Grande Indonesia dan Ultras Garuda. FIFA menilai insiden bernada xenofobia terjadi di sektor 19 pada menit ke-80 pertandingan.
Meski demikian, PSSI masih diberi peluang untuk tetap mengisi area yang ditutup, asalkan tempat duduk tersebut diberikan kepada komunitas tertentu seperti pelajar, keluarga, perempuan, atau kelompok anti-diskriminasi. Para penonton di area itu juga diminta membawa spanduk yang mengampanyekan nilai-nilai antidiskriminasi.
- Tim Woodwall Indonesia Sabet 1 Emas dan 2 Perak di Taiwan Open 20250
- Dukung Pertumbuhan Ekonomi, 3.000 UMKM Kota Malang Ikut Porprov Jatim 20250
- Tottenham Raih Gelar Liga Europa Usai Tekuk Man United0
- Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Gelar Dragbike Street Race 2025 untuk Redam Balap Liar di Jalanan0
- Atlet Angkat Besi Iran Raih Gelar Pria Terkuat Asia0
FIFA menegaskan pentingnya menjunjung prinsip kesetaraan, kemanusiaan, dan saling menghargai. PSSI pun diminta menyusun rencana komprehensif dalam memerangi diskriminasi di sepak bola nasional. Arya mengingatkan bahwa insiden ini harus menjadi pembelajaran bersama untuk mendorong edukasi dan literasi suporter agar kejadian serupa tidak terulang.
Hashtag: #FIFA #PSSI #ZonaToday.com #ZonaToday #Zona #Today #SanksiFIFA #AntiDiskriminasi #SepakBolaIndonesia #Xenophobia #SuporterBijak #LawanRasisme











