- Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Ucapannya Usai Pengibaran Bendera Jadi Sorotan
- Pidato Prabowo Soal Pengupas Bawang Bikin Heboh, Rp700 Ribu atau Rp700 Per Kilogram?
- 16 Agustus 2026 Diperingati Hari Apa? Ini Daftar Momen Penting Menjelang HUT RI
- NTT Diguncang Gempa M7,7, Peringatan Tsunami Sempat Dikeluarkan BMKG
- Gempa NTT M7,7 Guncang Flores, Puluhan Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi
- IHSG 10 Agustus 2026 Sempat Menguat, tapi Ditutup Turun: Saham Apa yang Masih Diburu Investor
- UPN Veteran Jatim Perkuat Branding Digital Sanggar Nampani lewat Website dan Konten Kreatif
- Bromo Terbakar Hebat, Menhut Turun ke Lokasi! Ada Apa dengan Gunung Bromo
- Smart Farming Masuk Banyuwangi, UPN "Veteran" Jawa Timur Bantu Gapoktan Tunas Harapan Naik Kelas
- Gunung Bromo Terbakar, Api Meluas hingga 176 Hektare! Wisata Ditutup Total
Menteri Agama Ajak Umat Jadikan 1 Muharam 1447 H sebagai Titik Hijrah

Keterangan Gambar : Sumber : Kemenag
Tahun Baru Islam 1447 H, Menag Ajak Umat Jadikan Hijrah Sebagai Transformasi Diri
Zona Today - Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengajak umat Islam di seluruh penjuru negeri untuk menjadikan momen 1 Muharram sebagai ajakan untuk hijrah — bukan sekadar berpindah waktu, melainkan transformasi makna dan kualitas hidup.
Dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (26/6/2025), Menag menekankan bahwa Tahun Baru Islam bukanlah seremoni kosong, melainkan waktu untuk perenungan spiritual dan sosial. Ia merujuk pada Surah At-Taubah ayat 20 yang menegaskan keutamaan mereka yang berhijrah dan berjihad dengan harta dan jiwa demi nilai-nilai ketuhanan.
- Kemenparekraf Kenalkan Bali dan Jakarta ke Pasar India Lewat Fam Trip0
- Nasabah PNM Sulap Jeans Bekas Jadi Produk Fashion Keren0
- Taman Safari Gelar Lomba Foto Satwa Internasional \"The Picture of Nature’s Secret\"0
- Iran Klaim Serang Kantor Intelijen Israel dengan Rudal Siluman0
- Masih Relevan, Ini 7 Alasan Press Release Efektif untuk Peluncuran Produk di 20250
“Hijrah hari ini berarti beralih dari kegelapan menuju cahaya, dari stagnasi menuju pertumbuhan, dari rutinitas tanpa makna ke amal yang bernilai tinggi,” ujar Menag.
Ia juga mengajak umat untuk merenungkan sejauh mana semangat Islam tercermin dalam tindakan sehari-hari. Apakah Islam hanya tertulis di kartu identitas, atau sudah hidup dalam kejujuran, kasih sayang, dan kontribusi nyata?
Menurut Menag, peringatan Tahun Baru Islam sejatinya bukan dirayakan dengan gegap gempita, tetapi dengan ketenangan, zikir, dan kontemplasi yang memperkuat kekuatan spiritual untuk memulai perubahan dari dalam diri.
Ia juga mengapresiasi berbagai tradisi lokal seperti Tabuik di Sumatera Barat, Grebeg Suro di Jawa, dan doa bersama di desa-desa sebagai wujud harmoni antara ajaran Islam dan budaya Nusantara. Hal ini, katanya, menunjukkan bahwa Islam dapat hidup berdampingan dengan tradisi tanpa kehilangan substansinya.
“Islam yang membumi, tetapi tetap mewangi. Tugas kita adalah menjaga bukan hanya ritualnya, tapi juga maknanya,” ungkap Nasaruddin.
Menag juga menekankan pentingnya semangat hijrah diterapkan di semua lini kehidupan: dalam keluarga, dunia pendidikan, pemerintahan, hingga perilaku di media sosial.
Di akhir pesannya, Menag mengajak seluruh umat untuk menyambut Tahun Baru Islam 1447 H dengan tiga sikap utama: pertama, bersyukur atas nikmat usia dan kesempatan hidup; kedua, berhijrah dari kondisi stagnan menuju kemajuan; dan ketiga, berkontribusi nyata bagi masyarakat, karena iman sejati tercermin dari tindakan.
“Selamat Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Semoga hijrah kita tahun ini benar-benar menjadi lompatan menuju kehidupan yang lebih bermakna dan penuh keberkahan,” tutup Menag.
Hashtag : #Zona #Today #ZonaToday #zonatoday.com #TahunBaruIslam1447H #HijrahBermakna #PesanMenag #Refleksi1Muharram #HijrahSpiritual #IslamDanBudaya #KontribusiUmat #ZonatodayReligi #HijrahUntukBangsa











