- Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Ucapannya Usai Pengibaran Bendera Jadi Sorotan
- Pidato Prabowo Soal Pengupas Bawang Bikin Heboh, Rp700 Ribu atau Rp700 Per Kilogram?
- 16 Agustus 2026 Diperingati Hari Apa? Ini Daftar Momen Penting Menjelang HUT RI
- NTT Diguncang Gempa M7,7, Peringatan Tsunami Sempat Dikeluarkan BMKG
- Gempa NTT M7,7 Guncang Flores, Puluhan Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi
- IHSG 10 Agustus 2026 Sempat Menguat, tapi Ditutup Turun: Saham Apa yang Masih Diburu Investor
- UPN Veteran Jatim Perkuat Branding Digital Sanggar Nampani lewat Website dan Konten Kreatif
- Bromo Terbakar Hebat, Menhut Turun ke Lokasi! Ada Apa dengan Gunung Bromo
- Smart Farming Masuk Banyuwangi, UPN "Veteran" Jawa Timur Bantu Gapoktan Tunas Harapan Naik Kelas
- Gunung Bromo Terbakar, Api Meluas hingga 176 Hektare! Wisata Ditutup Total
Mahasiswa Asing di AS Gelisah di Tengah Tekanan dari Trump

Amerika Serikat dikenal memiliki sejumlah universitas unggulan yang menonjol dalam hal penelitian dan kebebasan akademik. Namun, langkah-langkah yang diambil Presiden AS Donald Trump, seperti melakukan razia di kampus, memberhentikan tenaga pengajar, menghentikan dana riset, serta menangkap mahasiswa yang menentang perang dan mendukung Palestina, telah menciptakan ketegangan di lingkungan kampus di seluruh AS.
Di Columbia University, salah satu perguruan tinggi terkemuka di New York, beberapa staf diberhentikan dan proyek riset dihentikan. Mahasiswa internasional di kampus tersebut kini dihantui ketakutan akan penangkapan dan deportasi.
Hashtag : #KampusASResah #MahasiswaInternasional #ColumbiaUniversity #TrumpPolicy #KebebasanAkademikTerancam











