Kondisi, Pasca Bajir Bandang di wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat

By Redaksi ZN 13 Okt 2026, 05:55:24 WIB Daerah
Kondisi, Pasca Bajir Bandang di wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat

Kategori: Nasional / Metropolitan | Oleh: Redaksi Nasional | Diterbitkan: Selasa, 13 Oktober 2026

Zona Today Banjir Padang - Bencana banjir bandang hebat kembali menerjang sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, pasca-hujan dengan intensitas lebat mengguyur sejak akhir pekan lalu. Tingginya curah hujan memicu luapan sungai besar dan jebolnya infrastruktur tanggul pembatas, hingga merendam ratusan rumah warga. Hingga Senin (12/10/2026), proses pemutakhiran data dampak kerusakan dan evakuasi logistik bagi para pengungsi masih terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan di lapangan. Berdasarkan data taktis terbaru yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Kota Padang, tercatat sedikitnya 225 kepala keluarga (KK) atau setara 498 jiwa terdampak langsung oleh bencana hidrometeorologi ini. Selain itu, sebanyak 672 warga dilaporkan terpaksa mengungsi ke tempat aman, dengan konsentrasi pengungsian terbesar berada di wilayah Kecamatan Kuranji.

Titik Terparah Banjir dan Infrastruktur Tanggul yang Jebol

Luapan air keruh kecokelatan berarus deras dilaporkan merendam pemukiman warga dengan ketinggian bervariasi mulai dari sebetis hingga mencapai 1,5 hingga 2 meter pada titik-titik terparah. Berdasarkan pemetaan darurat BPBD, terdapat tiga kecamatan utama yang mengalami dampak paling signifikan:

  • Kecamatan Kuranji: Menjadi kawasan terdampak paling parah. Luapan Sungai Batang Guo merusak puluhan rumah warga (1 rusak berat dan 4 rusak sedang). Selain itu, akses jalan warga di kawasan Guo dekat area PDAM terputus total, dipicu oleh jebolnya tanggul di aliran Sungai Lapau Munggu.
  • Kecamatan Koto Tangah: Merendam permukiman padat penduduk, dengan titik evakuasi intensif dipusatkan di Perumahan Cluster Lumin Park serta Kampung Apa akibat luapan Sungai Lubuk Minturun.
  • Kecamatan Nanggalo: Mengalami genangan banjir luas yang merendam jalanan penghubung serta puluhan rumah warga di sektor sekitar bantaran sungai.
Misi Evakuasi Darurat: Tim SAR Gabungan yang terdiri atas BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Brimob Polda Sumbar, dan Pemadam Kebakaran harus membentangkan tali penyelamat di tengah arus kuat untuk mengevakuasi sedikitnya 238 warga yang terjebak di dalam rumah maupun bertahan di atas loteng. Petugas memprioritaskan penyelamatan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Pengungsi Mulai Krisis Sembako dan Kebutuhan Bayi

Kondisi di posko-posko pengungsian darurat saat ini mulai membutuhkan perhatian logistik mendesak. Karena terputusnya akses jembatan dan rusaknya jaringan instalasi air bersih milik PDAM di beberapa lokasi, para pengungsi sangat mengharapkan bantuan pasokan makanan pokok (sembako), air minum bersih, pakaian kering, obat-obatan, serta perlengkapan khusus bayi seperti popok dan susu formula.

Di pihak lain, personel gabungan dari unsur Kepolisian (Polri) juga telah mendirikan posko kesehatan tambahan serta posko SAR guna mendukung kelancaran pelayanan medis warga terdampak. Pemerintah daerah setempat bersama instansi terkait masih terus berfokus pada upaya kaji cepat kerusakan fasilitas publik serta penyiapan dapur umum, sembari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang memicu banjir bandang lanjutan.


Hashtag : 
#BanjirPadang2026 #BanjirBandang #InfoBencanaSumbar #PadangTerkini #BPBDPadang #LubukMinturun #Kuranji #KotoTangah #DaruratBanjir #ZonaToday




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment