- Peningkatan Branding Kawasan Pantai melalui Eksplorasi Karakteristik Alam Sekitar
- MotoGP Mandalika 2026: Sempurna! Marco Bezzecchi Juara, Dominasi Mutlak Aprilia Kuasai Top 4
- Hasil Sprint Race MotoGP Mandalika: Marc Marquez Segel Kemenangan Perdana di Lombok
- Banjir Bandang dan Longsor Dahsyat Terjang Gorkha, Infrastruktur Vital Hancur Total
- Kondisi, Pasca Bajir Bandang di wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat
- Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Apakah Libur? Cek Informasinya
- Kronologi Peristiwa Berdarah G30S PKI, Sejarah Kelam Bangsa Indonesia!
- Komandan Batalyon I Tjakrabirawa yang Jadi Pemimpin Lapangan Peristiwa G30S/PKI
- Pencarian Korban KM Virgo Resmi Diperpanjang hingga 7 Hari ke Depan
- Fenomena Batuk Berlama-lama Marak di Masyarakat: Apakah Gejala Covid-19 atau Faktor Lain ?
Asuransi Siap Tanggung Korban Keracunan dari Program Makan Bergizi

Keterangan Gambar : Makanan Bergizi Gratis
Zona Today - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa korban keracunan akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mendapatkan perlindungan asuransi. Hal ini dimungkinkan karena BGN telah menjalin kerja sama dengan Puskesmas setempat untuk menanggung biaya pengobatan para korban.
Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, mengungkapkan bahwa pihaknya segera mengambil langkah setelah ratusan siswa di Bogor, Jawa Barat, mengalami dugaan keracunan akibat menu MBG. Langkah tersebut termasuk pengujian laboratorium terhadap bahan dan makanan yang dikonsumsi.
BGN juga memberikan teguran keras kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas pengelolaan makanan. "Jika memang makanan yang menyebabkan keracunan terbukti melalui sampel yang diuji, maka kami langsung memberikan peringatan keras kepada SPPG," ujar Tigor dalam keterangannya pada Selasa (13/5/2025).
Tigor menambahkan bahwa BGN akan menanggung biaya pengobatan seluruh korban melalui kerja sama dengan Puskesmas, serta memberikan asuransi kesehatan. Selain itu, SPPG akan diberikan pelatihan ulang, khususnya bagi penjamah makanan agar tidak terulang kasus serupa.
BGN juga berkomitmen untuk mengevaluasi dan menghentikan kerja sama dengan pemasok bahan makanan jika ditemukan bahan yang tidak segar atau mencurigakan. "Supplier bahan makanan juga akan ditindak tegas jika terbukti lalai. Jika tidak ada perbaikan, kerja sama akan dihentikan," tegas Tigor.
Tigor menjelaskan bahwa misi utama Presiden Prabowo Subianto adalah menjalankan Program MBG dengan prinsip nol kecelakaan atau nol kasus keracunan. "BGN berusaha keras mencapai target zero accident dan zero keracunan. Dengan keterbatasan personel, kami tetap melakukan pengawasan menyeluruh terhadap SPPG dan pemasok," ujarnya.
Sebelumnya, jumlah siswa yang mengalami keracunan di Kota Bogor meningkat menjadi 223 orang, terdiri dari siswa TK hingga SMA. Dari jumlah tersebut, lima orang dirawat inap dan empat lainnya menjalani perawatan jalan, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno.
Hastag :
#Zona #Today #ZonaToday #zonatoday.com #KeracunanMBG #BadanGiziNasional #AsuransiKesehatanPelajar #ProgramMakanBergizi #PuskesmasBogor











